Upacara Detik-detik Proklamasi yang Tak Biasa

Sejak bergabung dengan Sub Bagian Protokol pada 2004 silam, baru kali ini mendapati fenomena upacara tak biasa pada peringatan HUT Kemerdekaan RI. Ya, setidaknya selama 16 tahun terakhir, kegiatan upacara kemerdekaan saya amati selalu ramai dan bahkan menjadi pusat berkumpulnya masyarakat. Dan bisa jadi sejak negeri ini merdeka, begitulah adanya.

Namun pandemi Covid-19 mengubah itu semua. Aktifitas berkerumun dan berkumpulnya massa menjadi hal yang harus dihindari guna menghindari terjadinya cluster penyebaran virus tersebut. Imbasnya, acara-acara yang digelar masyarakat maupun pemerintah harus dikemas seminimal mungkin. Dan upacara tahunan dalam rangka peringatan kemerdekaan turut menjadi imbasnya.

Untuk kali pertama, upacara peringatan Detik-detik Proklamasi Pemerintah Kabupaten Probolinggo digelar dalam format minimalis. Hanya terdapat Forpimda dan tak lebih dari 8 Kepala OPD yang mendampingi. Kali ini, upacara digelar di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, bukan di alun-alun seperti biasanya. Bupati Probolinggo bersama undangan lainnya mengikuti upacara yang digelar di Istana Merdeka – Jakarta melalui fasilitas video konferensi.

Kami yang bertugas sebagai protokol menjadikan kegiatan ini sebagai pengalaman pertama yang tak terlupakan. Dan berharap menjadi pengalaman terakhir. Artinya, semoga pandemi segera berlalu. [man]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *